Haripun berlalu, setelah sekitar 17 hari aku dirawat di rumah sakit, aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Kabar gembira ini kuberitahu padanya selaku orang yang paling dekat denganku ketika di rumah sakit.
Aku setengah berlari menghampirinya, dengan masih terengah-engah aku berbicara.,,,
"mas,..besok aku dah boleh pulang lo!....."senyum sumringahku mengembang.
"oiya?kalau gitu mas ditinggal sendiri dong?"ia berkata tanpa memandangku.
aku merasa bersalah mengatakan hal ini padanya, aku kira ia akan ikut dalam kegirangan hatiku, ternyata aku salah duga.
sambil setengah berlari ia menghampiri papanya, "pa, dokternya mas kapan visitnya?"papa agak terkejut ditanya begitu, akantetapi tetap dijawab "mungkin pagi ini mas,..kata susternya begitu"
ia kembali kepadaku sambil berkata "mas juga mau minta pulang sama dokternya, supaya bisa pulang bareng kamu"............aq ternganga mendengarnya "HAAAAAAAAAAA",.."kenapa begitu mas?"
"mas gak mau ditinggal sendiri,"jawabnya singkat.
"kan ada papa yang nemenin",...aku memberi alasan.
"papa ya beda, emang papa bisa diajak nyanyi melly goeslow gitu?"jawabnya datar.
"heheheheh,..."aku terkekeh mendengarnya,..tapi dalam hati aku merasakan apa yang menjalari hatinya, sambil berdoa memohon pada yang Maha Kuasa supaya ia bisa pulang bersamaku.
Aku setengah berlari menghampirinya, dengan masih terengah-engah aku berbicara.,,,
"mas,..besok aku dah boleh pulang lo!....."senyum sumringahku mengembang.
"oiya?kalau gitu mas ditinggal sendiri dong?"ia berkata tanpa memandangku.
aku merasa bersalah mengatakan hal ini padanya, aku kira ia akan ikut dalam kegirangan hatiku, ternyata aku salah duga.
sambil setengah berlari ia menghampiri papanya, "pa, dokternya mas kapan visitnya?"papa agak terkejut ditanya begitu, akantetapi tetap dijawab "mungkin pagi ini mas,..kata susternya begitu"
ia kembali kepadaku sambil berkata "mas juga mau minta pulang sama dokternya, supaya bisa pulang bareng kamu"............aq ternganga mendengarnya "HAAAAAAAAAAA",.."kenapa begitu mas?"
"mas gak mau ditinggal sendiri,"jawabnya singkat.
"kan ada papa yang nemenin",...aku memberi alasan.
"papa ya beda, emang papa bisa diajak nyanyi melly goeslow gitu?"jawabnya datar.
"heheheheh,..."aku terkekeh mendengarnya,..tapi dalam hati aku merasakan apa yang menjalari hatinya, sambil berdoa memohon pada yang Maha Kuasa supaya ia bisa pulang bersamaku.
Siang itu aku masih kepikiran dengan percakapanku tadi pagi dengan mas Naryo. Makan siangku kubiarkan begitu saja, gak selera, aku masih pengen ngobrol dengna mas Naryo, apalagi jika besok dia benar2 gak bisa pulang bareng aku, berarti gak ketemu lagi dong.
Aku hampir tertidur ketika mas Naryo mengagetkanku, "hayo, melamun ya?"
"ih,...mas ini ngagetin aja"
"gimana, besok kita pulang naik apa?"
"haaaaa, dokter bolehin mas pulang juga?"tanyaku setengah tak percaya.
"iya, kita besok pulang bareng, tadi papa udah ambil tiket kereta api untuk 5 orang?"
"ya Allah, serius mas?"
"iya,....besok pulangnya pagi banget tapi, jam 6 an,.kita naik kereta jam 7 dari stasiun,...km gak papa to kalau pagi2 gitu?"
"gak papa,..nyantai aja"
"ehhh,...kok makan siangnya gak dimakan?"tanya mas Naryo.
"malas makan" jawabku singkat.
"kita makan bareng yuk?mas juga belum makan"ajaknya.
"wah selera makanku muncul kalau makan ada temannya"
mas Naryo terkekeh melihatku melangkah mengambil ransum rumah sakit.
Senyum mengembang di ujung bibir ketika jari-jari ini bertuts ria menuliskan kisah bahagia ini
Untukmu "pejuang kehidupan yang tak pernah mati"
SUNANDAR SUNARYO
BERSAMBUNG
No comments:
Post a Comment