Kata-kata yang keluar dari bibir selalu tanpa kita sadari mengundang banyak hal, diantara kesekian hal itu, lebih banyak hal yang tidak baik, itu pendapat pribadiku.
Pekerjaanku adalah mendengarkan orang, hanya mendengar dan mencoba merancang solusi masalahnya. dari sekian banyak masalah yang kujumpai lebih dari 90 % bersumber dari kata-kata.
Permasalahan kata-kata ini juga sering mampir di telingaku, tapi rata-rata mampir melalui bibir seorang wanita juga, apakah ini memang permasalahan kaum wanita?
Sampai saat ini aku tidak tau, aku hanya mencoba mengurai masalah menjadi setipis benang sehingga masalah nyaris tidak terlihat dan nyaris hilang dari ingatan mereka, karena seyogyanya masalah ini adalah masalah remeh temeh yang membesar karena bibir, ada beberapa tips untuk mengatasi masalah ini:
1. jangan melihat masalah dari satu sisi saja, lihatlah masalah secara keseluruhan, jika dapat tanyalah informasi ke orang-orang terdekat yang punya masalah.
2.setelah ketemu benang kusut masalah itu, uraikan!sebenarnya masalahnya dimana.
3. jika terdapat kesalahan dalam berucap, mintalah yang salah berucap memohon maaf dan fasilitasi hal ini.
4. jika masalahnya dari kesalahan mempersepsi, maka ngobrollah dengan kedua orang tersebut (yang salah ngomong maupun yang salah mempersepsi), sampaikan perlahan bahwa hal ini terjadi hanya karena kesalahan mempersepsi.
5. mintalah kedua orang itu saling memberi hadiah, sehingga ruang di hati mereka terbuka kembali untuk menuai benih-benih bunga persaudaraan kembali.
Kelima hal ini sering saya terapkan, hasilnya 90 % berhasil dengan bantuan beberapa faktor, faktor pribadi individu tersebut adalah faktor utamanya.
Di ruang sepi tanpa celah
diantara masalah manusia yang tiada habis
aku hanya bisa mengiba padaMU
PEMILIK SEGALA MASALAH
No comments:
Post a Comment