Sunday, October 21, 2012

Sebenarnya siapa yang salah?saya atau anak saya?


Dalam pertemuan dengan beberapa ibu2 dan bapak2, 5 pasang diantara mereka datang padaku untuk konsultasi, kira2 ini kilas balik konsultasi dengan mereka:

  1. bu, mohon maaf anak saya itu tidak suka bergaul, maunya di depan komputer terus, saya itu pernah menghadapkannya ke depan orang banyak,..eh malah dia diam aja,...saya sebel banget deh,,..apa itu kelainan ya bu? 

saya sedikit tersenyum mendengar ibu tersebut?kemudian saya bertanya, "mohon maaf ibu, bapak pendiam?
ibu R : iya bu, suami saya pendiam.
saya : mungkin anak ibu ikut sifat bapaknya, toh contoh konkrit yang sering muncul bahwa bapaknya selalu diam.
Ibu R: tapi bu, saya pengen anak saya itu supel, bisa bergaul dengan siapapun.
saya heran mendengar hal itu, ini anaknya yang kelainan apa ibunya yang terlalu ambisius.kemudian saya jawab: "ibu, mohon maaf, siapapun anak kita, mereka punya hak untuk berkembang sesuai dengan bakat dan karakter yang mereka punyai, kesemuanya itu tidak bisa dipaksakan. 
Ibu R: maksud ibu berarti saya yang salah nyuruh anak saya bergaul?
saya : ibu gak salah, hanya yang perlu ibu pahami adalah anak bukanlah kita, jadi mohon jangan memaksakan kehendak kita terhadap anak, biarkan dia berkembang sesuai kemampuannya, tugas kita hanya memberikan rangsangan supaya dia berkembang maksimal.

Sambil keluar ruangan saya ibu itu berkomentar kepada ibu yang lain " wah ini yang kelainan bukan anaknya, tetapi ibunya," diiringi gelak tawa dari beberapa ibu juga.



No comments:

Post a Comment