Menggambarkan kisah cinta sama saja dengan melukis hidup. itu yang kualami sekarang. Aku tidak tau darimana memulai dan darimana mengakhiri. aku mengenalnya saat aku berusia sekitar 10 tahun, tepatnya duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Waktu itu tetangga yang sering kuajak main sedang menjalin hubungan serius dengannya. Sebagai imbasnya aku sering diajak keluar bersamanya. Akantetapi hal yang tidak kuduga, pacarnya adalah laki-laki itu.
Pagi itu aku ikut dengannya sesuai dengan kesepakatan kemarin. Kami janji bertemu di pinggir danau. Suasana yang romantis tentu buat mereka yang sedang jatuh cinta, di pinggir danau, di bawah pohon diiringi dengan angin-angin sepoi-sepoi. Aku memang lebih mirip penjaga nyamuk daripada teman mereka. Mereka asik ngobrol berduaan sementara aku hanya bermain dengan daun dan rumput yang berjatuhan. Walau bosan seringkali mendera, tapi aku putuskan untuk sabar.
Sejak itu mungkin ada 3 kali aku ikut pacaran dengan temanku itu. Namun hubungan mereka tidak lama. Sekitar 6 bulan hubungan mereka kandas di sandal jepit,..maksudku di tengah jalan, maklumlah masih cinta monyet.
Tidak berapa lama dari putusnya mereka, aku mendengar kabar laki-laki itu sakit, sebut saja namanya Mas Su, yang membuat aku lebih terkejut ternyata Mas Su mengidap penyakit Kanker Darah. Oh My God,....sejak berakhirnya hubungan Mas Su dan Mba Za, aku tidak pernah ketemu Mas Su.
Sejak saat itu aku fokus pada diriku sendiri, sampai pada suatu ketika aku divonis dokter menderita kelainan syaraf di kepala, akibat dari penyakit ini aku sering pingsan. Semuanya hancur, jadwal sekolahku berantakan, jadwal orang tuaku juga karena lebih sering menungguiku di Rumah Sakit. Karena penyakit ini termasuk langka di pedesaan, maka aku dirujuk ke Rumah Sakit di kota.
Tiga hari di rumah sakit jujur aku bosan, kerjaku hanya makan dan tidur. Walau terkadang penyakitku kambuh tapi tidak sesering seperti sebelum dirawat, karena bosan luar biasa, maka kuberanikan diri untuk jalan-jalan keliling rumah sakit, dan yang tidak kuduga,.....Mas Su satu rumah sakit denganku. Seperti orang kangen udah sekian tahun tidak bertemu, maka aku beranikan diri memulai pembicaraan.
Aku : "loh mas disini juga tho?" tanyaku setengah membelalak.
Mas Su : "mas udah lama disini, udah satu bulanan, loh kamu sakit apa tho dek?" sambil menebar senyumnya yang lebar
Aku : "gak sakit apa2 kok mas, cuma disuruh dokter istirahat", kataku sambil malu2.
Mas Su : "moso gak sakit disuruh nginap di rumah sakit?,..ehh kalo gitu kita jalan2 yuk?"kata mas su setengah bersemangat.Aku : "jalan2 kemana mas?" tanyaku dengan semangat 45.
Mas Su : "di lantai paling atas rumah sakit ini ada taman, kita kesana yuk?"
Aku : dengan kegirangan aq berseru "ayuk mas".
BERSAMBUNG KE BAGIAN II
No comments:
Post a Comment