Tiada yang luar biasa dalam penampilannya. Hanya jilbab yang lusuh dan gamis seadanya. Dalam kesehariannya juga tidak ada yang istimewa. Dia hanya seorang ibu dari 5 anak dan istri seorang laki-laki biasa juga. Sekilas memang tidak ada yang aneh dan luar biasa darinya.
Tetapi lain hal jika mungkin kita berkesempatan ngobrol dengannya. Dari bibirnya mengalir keyakinan yang begitu teguh, keinginan kuat untuk selalu berbuat baik, dan tidak putus asa dalam keadaan apapun.
Cerita-cerita hikmah mengalir langsung darinya, aq sering merasa menjadi muridnya yang paling bodoh karena tidak pernah menghargai hidup dan rezki yang Allah berikan. Aq sering membandingkan apa yang kudapat dengan orang lain, tentunya yang kubandingkan adalah hal-hal yang bersifat materi dan hal-hal yang tidak kupunya.
Sementara lain hal yang kulihat dari kehidupannya, hidupnya sangat bersahaja walau materi tidak melingkupi hidupnya. Dengan 5 orang anak, menurutku dia cukup kelimpungan mencari uang untuk keperluan sehari-hari anak-anaknya, akantetapi tidak ada keluhan yang terurai dari bibirnya. Hanya satu kata "syukuri apa yang diberi Allah mba, rezeki itu ajaib, semua kita membawa rezeki masing-masing".
Berulang kali aq datang padanya dengan air mata ingin menetes di pipi. Ada saja masalah yang kuhadapi, yang masalah dengan kekurangan materi sampai masalah emosi. Sesederhana penampilannya, sesederhana itu juga jawabannya padaku setiap aq menceritakan masalahku "Mba, yakinlah semua akan berlalu, dulu saya juga mengalami hal-hal yang mba alami, tapi waktu itu saya yakin masalah ini hanya untuk menguji ketahanan dan iman saya, semua saya jalani, walau ada satu masa saya pernah sampai ingin pergi dari dunia karena begitu beratnya masalah yang saya hadapi. Namun ternyata semuanya berlalu". Kata sederhana ini mampu membuatku diam seribu bahasa, mengapa dia yang tidak sekolah setinggi aku saja mampu berkata sederhana tapi penuh makna, lalu aq yang sekolahnya tinggi hanya bisa mengeluh.

No comments:
Post a Comment