Saturday, September 05, 2009

Strategi Konflik dan Pemecahan Konflik teman sebaya pada masa kanak di kelas yang disatukan

Strategi Konflik dan Pemecahan
Konflik teman sebaya pada masa kanak di kelas yang disatukan

Heidi L Maloy, Paula McMurray

Lowa State University

A.Latar belakang masalah
Penelitian konflik teman sebaya memberikan kesempatan untuk memahami perkembangan social baik keuntungan dan kerugian dari konflik social dari kehidupan sehari-hari (shantz,1987)

B.Kerangka Konsep
Meskipun penelitian yang mempelajari konflik menggunakan tipe observasi perkembangan khusus anak,data observasi dibutuhkan juga pada konflik anak-anak usia pra sekolah yang disatukan dalam seting kelas.
Konflik dapat didefenisikan sebagai hubungan antara dua orang yang mempunyai tujuan berbeda dan menggunakan variasi social dan anti social strategi untuk mempengaruhi prilaku yang lain (Hay,1984;Shantz,1987).Konflik sering muncul ketika strategi yang dipilih gagal untuk mencapai tujuan dan berlanjut jika usaha yang keras atau strategi alternative tidak sukses (Krasnor&Rubin,1983).Penelitian sebelumnya focus pada konflik antara perkembangan khusus anak(Dawe,1934;Hay,1984;Krasnor&Rubin,1983;Laursen&Hartup,1989;Nelson&Aboud,1985;Ramsey.1986;Sackin & Thelen,1984;Strayer&Strayer,1976;Wilson,1988). Sackin dan Thelen (1984) menemukan bahwa tipe perilaku atau strategi yang digunakan menimbulkan outcome konflik perkembangan anak-anak khusus.Dengan meningkatnya jumlah program penggabungan kelas,ini menjadi penting untuk diuji interaksi social keduanya antaran anak-anak dengan perkembangan khusus dan anak-anak berketidakmampuan.Perbedaan antara dua kelompok ditemukan dari penelitian penyelidikan interaksi social anak-anak dalam penggabungan lingkungan(Faught,Balleweg,Crow & Van Den Pol,1983).Penelitian lain juga menemukan bahwa respon guru yang berbeda mempengaruhi anak-anak dengan perkembangan khusus dan anak-anak yang berketidakmampuan.Guru hanya berinteraksi dengan nyata dan menyediakan saran,bantuan,perasaan,kepada anak-anak berketidakmampuan daripada anak dengan perkembangan khusus(Field,Roseman,Destevano, & Koewler,1981;Guralnick,1981;Ispa,1981).

C.Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menggambarkan konflik fisik dan verbal teman sebaya pada anak dengan perkembangan khusus dan anak- anak berketidakmampuan yang disatukan dengan sistem kelas menggunakan perspective etnografi.

D.Pertanyaan Penelitian

1. Apa sasaran social yang coba dicapai seorang anak?
2. Bagaimana pandangan social anak-anak yang menentang dengna anak yang lain?
3. Strategi apa yang dipakai anak-anak?
4. Bagaimana anak-anak menyelesaikan konflik?
5. Apa outcome dari konflik?
6. Apa tugas para guru pada konflik anak-anak?

E. Metode Penelitian
• Responden/partisipan;partisipan ada 17 anak (7 perempuan dan 10 laki-laki,umur rata-rata 4,42 tahun) dari latar belakarng keluarga bawah dan pertengahan, kelas disatukan atas 9 anak dengan perkembangan khusus dan 8 anak berketidakmampuan.Terdiri dari 12 anak kulit putih(4 perempuan dan 8 laki-laki),3 anak keturunan asia(1 perempuan dan 2 laki-laki),dan 2 anak perempuan keturunan Amerika Afrika. 7 anak dengan ketidakmampuan keturunan terdiri dari anak kulit putih (1 perempuan dan 6 laki-laki)dan satu anak dengan ketidakmampuan keturunan afrika amerika.Kelas berisikan 2 anak dengan gangguan prilaku,1 anak dengan keterlambatan berbicara,1 anak kdengan keterlambatan berbicara yang beresiko pada perkembangannya nanti.Kelas berisi seorang anak autism,seorang anak dengan kelumpuhan otak,seorang hiperaktif (Attention deficit Hiperactivity disorders), seorang anak dengan meningomyelocele (kelainan otak ) yang terganggu aktivitas motoriknya.Konflik ke 16 anak ini yang menjadi target penyelidikan.Satu anak dengan gangguan prilaku tidak termasuk dari penyelidikan karena tidak ada izin dari orangtuanya,akhirnya nama samara dipakai untuk menjaga kerahasiaan identitas mereka.
• Pengaturan; penelitian ini dilakukan dalam gabungan kelas yang berlokasi di Sebelah barat laboratorium sekolah universitas,para guru terdiri dari guru khusus tentang pendidikan masa anak-anak,perkumpulan pendidik,guru dengan status mahasiswa,dan 2 asisten yang tamat.Universitas pelajar dan orang tua-orang tua juga ikut berpartisipasi atau diobservasi dikelas.
• Prosedur/cara kerja; dalam persepsi etnografi menggunaka analisa data yang telah didapat selama proses etnografi secara keseluruhan. Catatan lapangan termasuk gambaran prilaku dari anak-anak dan tanggapan subjektif dan interpretasi. Pendahuluan dikelas gabungan, kami belajar budaya membangun kepercayaan dengan murid dan guru dan menjadikan bagian alami dari pengaturan(Lincoln&Guba,1985).Wawancara teman sebaya memberikan kesempatan kepada kami untuk berinteraksi dengan guru besar khusus pendidikan yang memperjelas pertanyaan penyelidikan dan menyediakan kemungkinan lain untuk diuji pengembangan persepsi kita.Triangulasi Variasi sumber (observasi partisipan,teram penelitian,videotape,catatan lapangan,interview informal) menambah kredibilitas
kesimpulan dengan cross-check data dan interpretasi.

F. Analisa Data
Ada 83 konflik yang terekam terdiri dari 20 videotape dan catatan lapangan tentang mereka.Kami mengidentifikasi interaksi social sebagai konflik ketika satu anak dengan sengaja atau tidak sengaja melakukan atau mengatakan sesuatu ke anak lain dan ditentang anak yang satunya secara terus-menerus. Kadang-kadang konflik dimulai ketika satu anak menentang atau tidak menuruti dari kata-kata atau perintah fisik anak yang lain.analisis bidang menunjukkan penelitian sebelumnya tentang konflik.

G.Interpretasi
Tiap-tiap anak didalam kelas berpartisipasi lebih dari satu episode konflik akan tetapi anak dnegna ketidakmampuan lebih banyak konflik daripada anak dengan perkembangan khusus 43 % terjadi konflik antara anak berketidakmampuan dengan anak dengan perkembangan khusus. Anak berketidakmampuan mengalami 36 % konflik, anak dengan perkembangan khusus 11 %.

No comments:

Post a Comment