Hubungan antara tingkat keimanan,budaya masa muda dan sex sebelum menikah diantara remaja Malaysia dan Indonesia.
Jas Jaafar, Istiqomah Wibowo, and Tina Afiatin
A. Latar belakang penelitian
Hasil survey Health dan lifestyle di Malaysia tahun 1992 menemukan 52 % remaja yang berusia antara 17-24 tahun mempunyai lebih dari satu pacar/teman kencan dan setengah dari mereka sudah pernah melakukan sex sebelum menikah.
Di Indonesia, dimana remaja menunjukkan ketertarikan pada media barat,tingkat melakukan sex sebelum menikah naik secara pesat.Banyaknya prilaku kumpul kebo (cohabitation) – (berlawanan dengan prinsip agama islam) dan pasangan yang menikah tanpa syarat keagamaan,lebih memilih menikah di catatan sipil. Interaksi sex di Indonesia sudah bebas dibanding satu generasi sebelumnya (Utomo,2002).
Meskipun mayoritas Indonesia & Malaysia memeluk agama islam yang melarang sex sebelum menikah, jumlah remaja yang telah malakukan sex sebelum menikah tetap naik.
B. tujuan Penelitian
1. Mengetahui aktifitas sexual remaja sekaligus sikap terhadap sex.
2. Memastikan agama berperan significant membantu remaja menahan diri melakukan sex sebelum menikah.
3. Menyelidiki pengaruh budaya remaja yang melakukan sex sebelum menikah.
C. Kerangka Konsep
Diketahui bahwa prilaku sexual remaja adalah hal yang kritis dapat menyebabkan HIV dan STDs dan meningkatnya kelahiran yang tidak direncakan. Sex sebelum menikah yang tidak bisa ditoleransi dari segi norma agama islam Indonesia & Malaysia,faktanya banyak terjadi hukuman untuk yang melakukan sex sebelum menikah ,mendapat pemboikotan & pengasingan dari masyarakat & agama.Tidak hanya remaja yang mendapat malu tapi juga orangtua mereka,berbagai konsekuensi secara psikologi,ditolak secara social dari masyarakat.Karena permasalahan sex sebelum menikah adalah “tabu”,sedikit penelitian ilmiah tentang hal ini dilakukan, sejauh ini laporan sebagia besar dalam bentuk deskripsi,termasuk kesadaran tentang HIV/AIDS,pengetahuan terjangkitnya,cara menggunakan alat kontrasepsi dan pengaruh factor sosio-demografic ditinjau dari umur dan pendidikan sipelaku sex. Ketika sex masih dipertimbangkan hal yang tabu,sensitive,dan berkaitan dengan agama, sangat sulit mendapatkan responden yang bersedia bercerita secara terbuka tentang kehidupan sex nya.ini yang menghalangi kedalaman penelitian ini.Singkatnya sedikitnya informasi tentang prilaku sexual adolescents,sikap dan agama islam biasanya refleksi dari kekolotan masyarakat terhadap sex.
C.Metode Penelitian
• Pengambilan sampel ;menggunakan purposive sampling,total 389 orang Indonesia & Malaysia dari Kuala Lumpur,Penang,Johor baru,Jakarta,Yokyakarta yang telah melakukan sex
paling sedikit 1 kali (205 orang Malaysia,184 Indonesia;179 Laki-laki dan 210 perempuan berusia 13-20 tahun)di berikan quisioner, quisioner telah selesai antara May-Agustus 2004.
• Dibagian A quisioner terdapat pertanyaan latarbelakang adolescents termasuk jenis kelamin & umur, dibagian B pertanyaan “pengukuran tingkat keagamaan adolescents”, dibagian C terdapat pertanyaan efek dari budaya sex sebelum menikah, pertanyaan mencakup tipe majalah yang dibaca adolescents dan program TV yang di tonton adolescents,juga ditanyakan apakah program TV memotivasi mereka melakukan sex.
• Teknik analisis data menggunakan Analisis varians dan pendekatan kuantitatif.
D. Subjek penelitian
Remaja berusia antara 13 – 20 tahun
E. Hasil Penelitian
45 % dilaporkan telah mulai pacaran/kencan ketika mereka berusia antara 13-15 tahun, 64 % pacaran selama sekolah/belajar.Rata-rata usia orang Malaysia mulai pacaran 17 tahun dan 15 tahun pada orang Indonesia.
45 % dilaporkan belajar sex pertama kali dari temannya, 35 % dari VCD,24 % dari teman kencannya, 21 % dari majalah pornografi. Dari Analisis variable ditemukan 48 % remaja melakukan sex sebelum menikah antara usia 18-20 tahun,35 % 16- 17 tahun. Ditemukan perbedaan signifikan antara etnic, untuk rata-rata responden orang Malaysia melakukan sex sebelum menikah pertama kali usia 18 tahun sedangkan orang Indonesia 16 tahun.
Dari segi keagamaan; 44 % responden pada level agama yang rendah,93 % berkata yakin pada Tuhan dan 83 % berkata bahwa Tuhan akan menghukum siapa yang bersalah didunia ini.penelitian ini menunjukkan responden yang bermoral tapi melakukan hal yang sebaliknya.Ini tidak mengherankan karena banyak penelitian telah mengindikasikan ini ada nya bias pribadi yang budiman tapi orang tidak melakukan moralitas yang mereka fikirkan
Dari segi budaya remaja; 44% remaja membaca majalah terkenal di entertainment,kecantikan,fashion, lifestyle dan 43 % membaca majalah English terkenal yang hampir sama.Dari penelitian ini ditemukan implikasi budaya remaja mempengaruhi remaja memutuskan mencoba sex.
No comments:
Post a Comment