Wednesday, July 22, 2009

Wanita dan Rumah tangga

Rumah tangga dan seorang wanita adalah satu bagian yang tidak terpisahkan,..tiada rumah tangga tanpa wanita,..rumah tangga tanpa seorang wanita tidak akan pernah sempurna. Aku kenal rumah tangga yaitu teladan dari orang tuaku,..dari kecil aku belajar rumah tangga dan sampai sekarang aku tidak mengerti sama sekali apa itu rumah tangga, sampai kini didepan mataku masa itu harus kulalui,tuntutan dari masyarakat mengharuskanku untuk membentuk satu keluarga sebagai tanda aku seorang wanita dewasa dan normal,tapi aku ingin mencurahkan sedikit isi jiwa yang kupendam dan kudapat dari pengalaman mata melihat,telinga mendengar hidungku mencium,..kulitku merasa..
Wanita dalam rumah tangga adalah tonggak utama,..lihat dari depan teras sampai pintu rumah sebuah keluarga,..coba lihat “siapa yang menyapu teras?siapa yang menyapu halaman?lalu siapa pula yang menyapu dapur dan ruang belakang?”,jawabnya “wanita atau dikeluarga disebut ibu”,..itu hanya yang kasat mata,..karena pekerjaan itu hanya 2 dari 100 pekerjaan lain yang dilaksanakan wanita didalam rumah,..aku akan coba gambarkan untuk kita ketahui “pertama kali ketika mata terbuka,.sadar mendera maka apa lauk untuk sarapan pagi ini,..setelah subuh dikerjakan maka memasakpun dimulai,..diseliling melihat pakaian kotor dan jika bisa sekalian memisahkan pakaian-pakaian itu agar tidak kesulitan dalam mencucinya,..sarapan sudah selesai dimeja makan,..dia pun membangunkan sibuah hati,.apalagi sibuah hati masih berumur 5 tahun,..harus berusaha sekuat tenaga membujuknya supaya mau bangun untuk mulai sekolah,…tidak hanya itu dari memandikan sampai sikecil duduk di sekolah itu semua dilakukan,..setelah mengantar sikecil maka lain lagi fikirannya yaitu apa yang harus dimasak untuk makanan suami ketika pulang dari bekerja,..bagi keluarga yang ekonominya pas-pas-an maka dia harus memutar otak agar biaya makan tidak meledak,..sehingga harus diirit sedemikian mungkin,,tapi juga masih tetap enak karena tidak ingin anak dan suaminya harus merengut ketika makan masakannya,…setelah itu pertarungan dirumahpun dimulai,..memasak dengan seabrek persiapannya,…membereskan semua yang sudah di berantakin anaknya,..mencuci pakaian,..semuanya dikerjakan dengan sendiri,…ketika waktu pulang sekolah sikecil sudah tiba maka dengan tergesa menjemputnya supaya sikecil tidak merasa di telantarkan,…….setelah sikecil pulang,apa yang terjadi?harus berantakan lagi karena “hobby” sikecil main tanpa batas,..ya itulah sekelumit gambaran pekerjaan rumah tangga yang dikerjakan seorang wanita,..tapi diantara semua pekerjaan yang beres tepat pada waktunya seperti pekerjaan dikantor,apa pernah dapat pujian?apa pernah dapat sanjungan?seperti yang pernah bahkan sering saya dengar dari ustazd jikalau ceramah didepan majelis ibu-ibu,..kenapa ya ustazd itu tidak pernah ceramah khusus kepada kaum bapak,..agar komunikasi dua arah terjalin,..
Paragraph tadi yang pertama kata hati saya,.yang kedua,..seorang wanita ingin selalu suaminya merasa senang dengan pelayanan tulusnya,..tapi apa seorang laki-laki pernah berfikir bagaimana juga sebaliknya,…jujur saja saya banyak dengar langsung kasus suami istri tapi selalu saja yang bermasalah suami tidak pernah mau memperbaiki dirinya setelah menikah,..seolah-olah menikah itu milik wanita atau istri seorang,..seperti pekerjaan rumah di paragraph tadi seolah-olah rumah itu ditinggali satu orang karena yang bertanggung jawab sepenuhnya hanya istri,..saya tidak minta semua tanggung jawab dikerjakan bersama,..saya tau juga aturan sunnatullah yang harus kita jalankan,…ada pembagian tugas antara suami istri,..tapi tidak pernah salah seorang suami membantu istri walau hanya menidurkan anak, memandikan,..itu sudah sangat membantu,..karena anak itu tidak akan mungkin lahir dari sel telur ibu saja tapi harus dibarengi sprema ayah,….tapi kenapa setelah lahir ,..anak itu hanya milik seorang ibu?coba kaum ayah bertanya pada dirinya sendiri,..salah siapakah ini?. Sering ketika istri mengalami hal yang menurutnya harus diperbaiki,…tapi seoarang suami hanya diam,..tidak adakah sedikit pengertian?semua sudah satu,..dari ujung rambut sampai ujung kaki tapi menyatukan sedikit saja pendapat alangkah susahnya?jadi apa pengaruh satunya tubuh itu?dalam pelajaran konseling perkawinan yang pernah aku jalani,…satunya tubuh itu sangat erat kaitannya dengan satunya fikiran dan hati tentunya,…tapi satunya tubuh hanya aktifitas belaka tanpa itu semua,..ya tanpa energy besar perubahan yang bisa dibentuk..
Ketika semua masalah terbentang didepan mataku,..ya bukan masalahku,..tapi aku tetap berharap dan memohon pada pemilik jiwa ini Rabbul Izzati,mudah-mudahan aku sanggup menghadapi ketika detik,menit,jam,bulan,tahun berlalu dan aku sudah berada dimasa itu..
Teruntuk Ayah dan Ibu tercinta
Sore nan indah,31 Desember 2008

3 comments:

  1. kali pertamanya ak begitu terharu baca wanita dan rumahtangga..hingga trenyuh menetes air mataku...terimaksih atas tulisannya....jikalau kaum adam membacanya..insyaallah akan semakin sayang dan menghargai betapa berartinya wanita dlm hidup ini....ditunggu kiprah wanita dlm episode berikutnya...salam

    ReplyDelete
  2. makasih untuk perhatiannya mau membaca tulisan jelek ini,...silahkan di copy kalau butuh dan kasi ke temennya pak!khususnya yang udah jadi ayah dan suami,...

    ReplyDelete