23 Mei 2009
At 08.56 AM
Teman-teman aq pengen menjerit,aq pengen ngeluarkan semua sesak didada,..aq pengen bilang ke semua orang bahwa aq kangen sama ibuku,..aq kangen mereka,..aq kangen adik-adikku,..aq kangen ayahku,..aq pengen ngobrol bareng mereka,..aq pengen ketawa-ketawa sama mereka,.tapi jarak yang membentang tidak mungkin kutempuh,…waktu yang melintas tidak mungkin kuhentikan,…sungguh perasaan yang sangat tersiksa,..perasaan yang tidak pernah akan terkubur sampai kapan pun.
Kemarin malam aq baru aja menyelesaikan tahapan selanjutnya dari toefl ku,..aq tes kembali untuk ketiga kalinya,..yang pertama nilaiku hanya 323 dan tes yang kedua 377,..aq gak tau yang ketiga ini berapa,..mudah-mudahan tidak terlalu anjlok,..karena jujur tadi malam sewaktu mengerjakan tes itu aq sering lupa nomor answer sheet yang aq isi dan beberapa kali tidak sesuai dengan question sheet nya,.., kok bisa?pasti itu yang ada dalam fikiran teman-teman?ya aq tidak focus dengan apa yang aq kerjakan,..sehingga seperti itulah akibatnya,..satu lagi teman-teman,..mungkin karena aq belum mulai kuliah so aq hanya ketemu teman-teman di kos dan teman-teman lama yang sering membantu ku disini,..aq bosan banget,..aq pengen punya teman,..mungkin bukan teman biasa,..lebih rincinya aq pengen punya suami,..wajar gak teman-teman?entahlah,…aq tak tau wajar atau tidak,..tapi yang pasti fitrahku sebagai seorang manusia sangat tergugah,..apabila menyadari kalau aq sendirian disini tanpa keluarga,…sering ada keinginan seperti itu saat tidak ada teman yang dapat mendengarkan ceritaku,..aq merasa sedih banget,..pengennya punya suami yang walaupun tidak selalu mendengarkanku,..tapi setidaknya jika aq membutuhkan seseorang,…seseorang itu ada buatku,..terkait juga dengan profesi ku sebagai sarjana psikologi,…teman-temanku banyak yang jadikan aq tempat sampah alias tempat curhat tanpa mereka tahu bahwa aq juga punya masalah,.tapi itu resiko ilmu yang aku dalami,..nah saat-saat seperti itu aq sangat membutuhkan seseorang yang setidaknya dapat mendengarkan aq kembali,..walau aq tau,..aq pun harus memahami dan juga harus mau mendengarkan suamiku kelak,..aq tau itu,..Ya Allah rasa apa ini?kenapa rasa itu semakin menguat setelah sekian lama kutunggu,..ya teman-teman aq menuggu kemantapan hati ini saat dimana aq baru saja menyelesaikan s1 ku dan selama hampir 1,5 tahun kutunggu semuanya,..tapi jujur kemantapan hati dan langkah tidak datang saat itu,..tapi setelah keputusan dari orang tuaku,.mereka bersedia membiayai kuliahku kembali,..semua rasa itu mampir kembali dan semakin mantap dan mengakar dalam diri ku,…sering terlintas seperti petir tak terduga,..Ya Allah lindungi hamba,..aq takut pada diriku sendiri,..aq takut tidak bisa menjaga diriku sesuai dengan amanah yang Allah berikan,…aq sadar akan kodrat ku sebagai manusia biasa,..yang pasti bisa khilaf,..aq pengen menggambarkan rasa hatiku agar semuanya plong,..karena saat ini aq tidak tahu mau bercerita ke siapa,…harus cerita ke orang tuaku?tidak mungkin teman-teman,..ortuku akan bertanya “siapa calonnya”,..dan sampai saat ini aq tidak pernah terfikir akan calonnya,..hanya rasa hati ini yang semakin mantap untuk membangun suatu yang baru dalam hidupku,..walau aq tau akan banyak tanggung jawab lagi yang harus aq jalani,..semakin berat amanah yang harus kupikul dipundakku,..Ya Allah bantu hambaMU.
Aq disini tidak punya keluarga so pasti teman-teman yang sering bantu aq kuanggap keluarga,…tapi teman-teman aq punya masalah dengan mereka,..aq cerita dari awal,..aq kesini hanya bermodalkan seorang teman yang dulu sama-sama satu kampus di s1 dan teman yang pernah 1 sekolah di SMU dulu,..nah tapi aq memang lebih dekat dengan teman SMU ku itu ,..secara kita dulu sering kongko-kongko dan banyak hal yang sering kita lakukan bersama,..dibanding dengan teman satu kampusku dulu di s1,…jadilah aq lebih sering minta tolong kepadanya,.bahkan aq cari tempat kos hanya 5 manit tidak sampai berjarak dari apartment temanku itu,..tapi semua rencana Allah,..harus ketemu siapa aq disini,..semua sudah suratan tangan dan tercatat di lauhul mahfuzd,..teman SMU ku itu namanya Nia,.cukup indah sesuai dengan orangnya,,.yang juga sesempurna ciptaan Allah,…dan nia punya teman yang berasal dari daerah yang sama dan juga satu kampus sewaktu ambil kuliah d3 dulu,..namanya Yana,…aq tidak tau pasti bagaimana persahabatan mereka sebelum aq bertemu mereka tapi aq risau+heran ketika 3 minggu aq disini mereka tidak saling tegur,.ada apa ini?aq tidak tau pasti tapi mereka sama-sama mau bercerita kepadaku.,…kalau menurut Nia kata-kata yana selalu menyakitkan hatinya,…..sungguh lidah memang tak bertulang,….lagi-lagi masalah dengan kata-kata yang keluar dari mulut ini,..ini adalah hal yang paling menakutkan bagiku,..aq sendiri takut menyakiti hati orang,…tapi menurut Yana nia bukanlah teman yang baik,..tidak pernah mau mendengarkan temannya bicara,..selalu ia yang ingin bicara,..dan tidak enaknya lagi sering sekali ia berbicara yang tidak penting,…yang sebenarnya tidak perlu di bicarakan,,..dan ia menuntut untuk selalu didengarkan,..jadilah aq coba mendiagnosa masalahnya,..aq lama kenal sama Nia,..dari dulu sekitar 9 tahun kita sudah bersahabat,..Nia emang pribadi yang unik (semua manusia unik),..nia itu suka bicara,…dan kalau bicara sangat menghebohkan,..(melebihi orang batak yang kalau kata orang bicara nya sangat keras intonasinya),maka nia lebih dari pada itu,..nia sangat ekspresif tentang perasaannya,..semua ingin diceritakan pada orang lain,..dan biasanya itu adalah hal-hal yang sepele,..dilihat dari family background (latar belakang keluarga),..emang pantes ia punya pribadi yang seperti itu,..dia anak perempuan sendiri dari 4 bersaudara,..kalau menurut diagnose ku,..pasti lah permintaannya sering dituruti,..sehingga semua orang mau mendengarkannya,..tapi teman-teman lingkungan sekitar kita bukan keluarga kita,..itu jelas berbeda,..teman-teman disekitar kita adalah orang lain yang masuk ke kehidupan kita saat ini setelah kita terbentuk jadi manusia utuh,..sementara keluarga adalah orang diluar diri kita yang sangat mempengaruhi terbentuknya kita,..nah kalau menurutku,Nia masih menganggap sama antara lingkungan keluarga dan diluar keluarga,….jujur terkadang aq merasa bosan juga mendengarkan ceritanya,..tapi naluri dan ilmu yang kupelajari membatasi hal tersebut,….ilmu yang aq pelajari adalah ilmu yang mengajarkanku untuk jadi pendengar yang baik,..mengajarkanku untuk berbuat baik tanpa minta balasannya kembali,..mengajarkanku untuk berbuat sesuatu dahulu sebelum aq berani memberitahu orang lain,..nah ini yang membuatku selalu saja mendengarkan semua cerita temanku walau dalam keadaan apapun hatiku saat itu,..nah kembali ke permasalahan nia,..Nia punya pribadi yang sebenarnya baik,..tapi karena dia suka dan selalu ingin diperhatikan,…perbuatan baik itu sering sekali diartikan orang disekelilingnya ingin mendapat pujian,..teman-teman apa yang kita perbuat memang selalu berbeda penilaiannya dimata manusia,.karena kemajemukan manusia,.keberagaman karakter sehingga manusia manusia itu selalu menilai menurut norma yang terkandung dalam dirinya,..disinilah repotnya mengurusi manusia,.
Assalaamu'alaikum wr.wb. Afwan jidddan, ahsan kah membicarakan orang lain? Ana khawatir kita seperti apa yang digambarkan oleh Rasul seperti orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri...
ReplyDeleteKoq mirip denganku yach, lebih senang mendengarkan dan "gak enakan".
Wassalaamu'alaikum wr.wb.
akh_joko
waalaikumsalam,....maaf sebelumnya,...anta salah dalam hal ini,...saya tidak membicarakan orang,....karena saya hanya meluapkan isi hati saya,.saya tidak menyebutkan nama orang disana,....so baca detail kembali,....
ReplyDeletemaaf akh_joko,...itu nama adalah nama samaran,....
ReplyDelete:-)
ReplyDelete