Saturday, July 25, 2009

Melatih kemandirian Anak

I.Defenisi Kemandirian Anak
Anak yang mandiri adalah anak yang mampu memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan naluri (gharîzah) maupun kebutuhan fisik (hâjah al-’udhawiyah), oleh dirinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa bergantung pada orang lain.http://baitijannati.wordpress.com/2007/02/04/agar-anak-mandiri/

II. Apa yang dapat dilatih dalam meningkatkan kemandirian anak?
a. Melatih anak berani berjalan sendiri tanpa ditemani, dan atau orang tua melihat dari jauh.
b. Membiasakan anak mempunyai catatan, atau hapal alamat dan nomor telepon yang mudah dihubungi.
c. Melatih anak mengenal lingkungan tempat tinggal
d. Melatih anak agar tak mudah mempercayai orang yang baru dikenal.
e. Melatih anak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR), http://edratna.wordpress.com/2007/07/28/melatih-kemandirian-anak/

III.Membentuk Kemandirian Anak
a. Rasa Percaya Diri.
Rasa percaya diri terbentuk ketika anak diberikan kepercayaan untuk melakukan suatu hal yang ia mampu kerjakan sendiri. Rasa percaya diri dapat dibentuk sejak anak masih bayi.

Misalnya dalam hal makan. Ketika bayi sudah mulai bisa memegang dan mengenggam, biarkan anak memegang botol atau training cup sendiri, kita hanya membantu mengarahkannya sampai dia bisa betul-betul memegang sendiri. Demikian juga ketika makan dengan sendok, kita dapat memberikannya sendok yang lainuntuk dimainkannya selagi kita menyuapinya makan. Kalau bayi sudah bisa menggunakan jari-jarinya untuk memegang makanan biarkan dia memungut makanan yang pada meja makannya. Ketika bayi mulai makn biskuit dan buah biasakan bayi makan di atas keretanya. Setelah bayi mulai bisa duduk, baisakan bayi duduk di kursi makan khsusnya. Dengan demikian bayi dibiasakan untuk disiplin dalam hal makan. Setelah bayi sudah mulai bisa mengambil makanan dengan sendok, biarkan ia makan sendiri sekalipun akan berantakan sekali. Jangan takut rumah kotor karena itu memang resiko yang harus dihadapi sementara ini. Plastik besar yang diletakkan di bawah meja makandapat menolong anda dalam membersihkan makanan yang berjatuhan. Hal terbesar yang dapat menghambat rasa percaya diri anak adalah kekuatiran dan ketakutan orang tua. Perasaan takut dan kuatir pada orang tua ini dapat mmbuat orang tua cenderung untuk selalu menangani pekerjaan yang sebenarnya dapat dilakukan anak sendiri.
b. Kebiasaan .
Salah satu peranan orang tua dalam kehidupan sehari-hari adalah membentuk kebiasaan. Jikalau anak sudah terbiasa dimanja dan selalu dilayani, ia akan menjadi anak yang selalu tergantung kepada orang lain. Salah satu contoh kebiasaan anak yang harus dibentuk sejak bayi adalah dalam hal kebiasaan tidur. Pada usia 5-6 bulan,bayi sudah harus dibiasakan tidur pada waktunya di atas tempat tidur.Kalau bukan dalam perjalanan, bayi tidak boleh dibiasakan tidur digendongan. Ketika sudah waktunya tidur, naikkan bayi ke atas tempat tidur, nyalakan musik dan temani bayi anda sampai dia tidur. Kalau sudah terbiasa sejak bayi, setelah besar sudah tidak terlalu sulit lagi.

Dr, Benjamin Spock menganjurkan untuk membiasakan bayi ke dalam tempat tidurnya sendiri setiap kali sehabis makan.Kebiasaan bermain-main sehabis makan harus diubah sejak kecil. Pada waktu bayi mencapai usia 6 bulan, sebaiknya bayi dibiasakan tidur di kamar dan di temapt tidurnya sendiri tanpa ditemani (Jika tempat dan letak ruangan memungkinkan). Setelah lewat usia 9 bulan, kebiasaan ini akan sulit sekali terbentuk.
c. Disiplin.
Kemandirinan berkaitan erat sekali dengan disiplin. Sebelum seorang anak dapat mendisiplinkan dirinya sendiri, ia terlebih dahulu harus didisiplin oleh orang tuanya. Syarat utrama dalam hal ini adalah pengawasan dan bimbingan yang konsisten dan konsekuen dari orang tua. Jikalau anda bekerja, anda harus yakin betul bahwa pengasuh anak anda konsisten dan terampil dalam memberlakukan disiplin belajar yang anda terapkan untuk anak anda. Tanpa syarat ini disiplin belajar yang anda terapkan tidaklah mungkin menajdi bagian dalam diri anak anda. Memberikan kursus belajar tambahan bukanlah untuk mendidik anak mandiri di dalam hal belajar. Disiplin belajar harus dimulai dari rumah, sebelum anak bisa menemukan sistem belajarnya sendiri di masa sekolah lanjutan nanti.

Ketika anak-anak berada di SD, anda hanya perlu menemani anak belajar. Tentukan jam belajar yang rutin setiap hari. Pastikan anak anda mengerjakan PR sebelum ia bermain. Anda dapat mengerjakan hal lain di dekat meja belajar anak anda. Jangan juga terklalu kaku dengan jam belajar ini. Kadang-kadang ada hal lain yang sangat penting untuk dilakukan pada jam belajar, anda dapat menukarnya dengan jam lain, tapi harus dilakukan di bawah pengawasan anda.

Sudah barang tentu, setiap anak mempunyai kemampuan belajar yang berbeda. Ada anak-anak tertentu yang perlu mendapat bimbingan yang lebih intensif dai orang tua. Ibu Lina Lukito dosen STT Bandung, selalu menanyakan bahan-bahan ulangan kepada anaknya. Menurut Ibu Lukito, pada saat anak mencapai kelas tiga SD, ia harus mulai dilatih sedikit demi sedikit untuk mempersiapkan ulangannya sendiri. Kita harus mulai mebimbingnya untuk menerima konsekuensi hasil belajarnya. Jikalau ini tidak dilakukan, anak akan terus merasa tidak siap dalam ulangan bila kita tidak menanyakannya lebih dulu. Pada saat di sekolah lanjutan, hal ini akan menjadi sulit. http://www.geocities.com/~eunike-net/01_10/06/index.html

1 comment:

  1. ....semakin banyak yg ak tidak tau.....terimakasih tulisannya...ini sangat bermanfaat....sekedar reguest..."info seputar pertumbuhan & perkembangan anak" yg dikemas dlm bahasa yg luwes spt ini..mudah kami cerna...ditunggu posting berikutnya....

    ReplyDelete